Warsito, Sang Pembunuh Sel Kanker

Warsito dan ECTV
Warsito dan ECTV

Mungkin jarang ada yang mengenal nama Warsito P. Taruno, atau sering disapa Warsito. Saya sendiri pun belum mengenalnya hingga saya membaca Jawa Pos tanggal 30 Desember 2011. Entah kenapa hati saya tergerak untuk membaca koran berumur hampir sebulan yang saya temukan di tempat client itu. Mungkin untuk mengenyahkan kebosanan saya menunggu data yang saya copy dari jaringan di tempat client. Di lihat dari sisi berita, jelas ini adalah koran basi. Tapi saya lebih suka membaca koran basi daripada melamun menunggu data yang saya copy itu.

Tak sengaja saya membaca judul “Pesanan Membludak, Kerja hingga Malam” di halaman sebelas koran tersebut. Kukira artikel utama, ternyata ini adalah artikel sambungan dari halaman pertama. Sebagaimana biasa, saya dalam hati menebak isi berita itu, pasti tidak jauh dari orang lembur, dapet untung besar, dan omzet naik. Ternyata tidak sepenuhnya benar. Topik utama artikel itu bukan tentang lembur atau memenuhi target produksi, tapi tentang keberhasilan penemuan yang dibuat Warsito!!

Warsito adalah Dosen di Universitas Indonesia Fakultas MIPA jurusan Fisika Medis. Pekerjaan yang telah ditekuninya semenjak tahun 2005. Sebelum ke UI, ia sudah malang melintang di Jepang dan Amerika, lebih tepatnya di Shizuoka University dan Ohio State University. Selain Dosen, ia juga pendiri CTech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edward Technology yang bergerak di bidang penemuan teknologi. Usaha ini berlokasi di ruko kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Saya jadi teringat dengan General Electric-nya Thomas Alfa Edison di Menlo Park. Keduanya sama-sama perusahaan berbasis riset. Perbedaannya CTech Labs tidak bertujuan mengeruk keuntungan banyak (paling tidak untuk saat ini), dan lebih diarahkan untuk menolong orang, sedangkan General Electric berusaha mengeruk keuntungan besar melalui paten-paten yang dilakukannya untuk setiap penemuan yang baru muncul.

Karir riset Warsito mulai sejak menjadi mahasiswa S1 di Teknik Kimia Universitas Shizuoka. Saat itu ia berhasil membuat ECVT (Electro Capacitive Volume Tomography) yang merupakan tugas akhir S1-nya tahun 1991 di Universitas tersebut. Temuan ini membuat namanya mendunia. Bahkan NASA pun tertarik untuk menggunakan teknologi pemindai ECVT. Alat ini memanfaatkan kotak akuisisi data, sensor kapasitansi 3D, dan software rekonstruksi. Dari sensor kapasitansi, benda-benda yang tertutup oleh material tertentu dideteksi dan disimpan dalam kotak akuisisi data untuk selanjutnya dimodelkan menggunakan software rekonstruksi yang terdapat di komputer atau laptop. Melalui software rekonstruksi, komputer ini akan menampilkan model 3D dari data yang telah didapat tersebut. NASA menggunakan alat ini untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar Space shuttle. “Kalau ada timbunan air di luar bagian pesawat, dindingnya bisa terbakar,” imbuh dia.

ECTV

Karya mendunia lain ia ciptakan tahun 2001, ketika ia menjadi dosen dan researcher di Ohio State University. Saat itu ia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang ia buat dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London). Teknologi ini baru dipatenkan tahun 2003.

Puncak keberhasilan karya risetnya adalah saat ia berhasil menyembuhkan kakaknya yang terdiagnosa kanker payudara stadium IV. Kanker ini berarti nyawa kakaknya sudah diambang batas. Untuk menyelamatkan kakaknya itu, ia menggunakan Breast Electro Capacitive Cancer Threatment (Breast-ECCT) temuannya yang dipasang di dada kakaknya 24 jam sehari selama 2 bulan. Efek samping alat itu langsung terasa di beberapa minggu pertama pemakaian alat itu. Namun efek samping tidak sampai menyiksa pasiennya. Hanya rasa gerah yang berlebih dan keringat yang berlendir. Keringat, feses, dan urine mengeluarkan bau yang menyengat. Bau ini disebabkan karena sekresi dan pembuangan sel-sel kanker yang telah mati. Setelah sebulan berlalu, kakaknya kembali ke dokter untuk pemeriksaan. Begitu terkejutnya dokter tersebut. Hasil diagnosis menyebutkan ia negatif kanker. Dua bulan kemudian sang kakak kembali ke dokter, dan ia divonis telah bebas total dari kanker payudaranya itu. Namun entah mengapa, menurut berita, sang dokter tidak merasa pernah menangani pasien ini, sebab dikatakannya pasien yang ia tangani tidak pernah bisa sembuh total tanpa kemoterapi. Entah ini benar, ataukah sang dokter tidak bisa menerima kenyataan pasien bisa sembuh tanpa bantuan kemoterapi darinya yang sekali tindakan pasien harus merogoh kocek 20juta (baca artikel : Suwarni, Survivor Kanker Payudara).

Sejak saat itu Warsito sering menerima pesanan alat penyembuh kanker ini. Saking banyaknya pesanan, terkadang ia dan karyawannya terpaksa lembur di kantor untuk memenuhi kebutuhan orang-orang itu. Alat tersebut harus di-customize untuk tiap orang, karena tiap orang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda-beda. Harga yang dipatok Warsito pun terbilang murah jika dibandingkan dengan efek kesembuhannya, yaitu 1 juta. Murahnya harga ini juga disebabkan karena alat ini masih tergolong aplikasi riset. Ada kemungkinan harga berubah, “Tapi masih tetap terjangkau tentunya,” kata Warsito.

Kanker yang berhasil disembuhkan bukan hanya kanker payudara saja. Ia berhasil menyembuhkan kanker otak kecil (Cerebellum) yang diderita pemuda berusia 21 tahun. Saat datang kepadanya, keadaan pemuda itu sangat mengenaskan. Ia hanya bisa berbaring tanpa berbuat apa-apa. Bahkan makan dan minum pun tidak bisa. Ia kemudian dipakaikan alat Brain Electro Capacitive Cancer Threatment (Brain-ECCT). Sama dengan pasien sebelumnya, hari-hari pertama efek samping Brain-ECCT terasa, selain urine dan keringat dengan aroma yang menusuk, ia juga mengalami peningkatan emosional. Namun dalam beberapa minggu ke depan, orang itu sudah bisa tersenyum dan menggerakkan sebagian anggota badannya. Dua bulan kemudian orang itu sudah bebas melakukan apa saja yang ia inginkan dan dnyatakan sembuh total dari kanker yang membebani otaknya.

Peminat dari alat ini tidak terbatas dari kalangan penderita kanker berlokasi di Indonesia saja. Dunia pun mengenalnya. King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) yang terletak di Jeddah pun memesan alat ini. Seolah tak mau ketinggalan, sebuah rumah sakit besar di India sudah memesan alat terapi kanker payudara ini dan melakukan uji coba di sana. “Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,” jelasnya.
Kedepannya Warsito berencana untuk men-generalisasi penemuannya, yaitu membuat alat penghancur segala jenis kanker dengan metode gelombang listrik statis. Jika penemuannya ini berhasil, bisa dibayangkan berapa juta potensi penderita kanker bisa diselamatkan oleh orang bernama Warsito ini.

Dari sini kita bisa lihat bahwa Indonesia sungguh memiliki banyak insan berpotensi, namun sayangnya banyak yang suka berkarir dan bekerja di luar negeri karena menjanjikan dan memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Beruntung masih ada orang seperti Warsito yang memilih kembali ke tanah air dan mengembangkan penelitiannya di perusahaan yang dibangunnya. Ia telah mendapat berbagai penghargaan terkait dengan prestasinya sebagai researcher antara lain penghargaan rintisan teknologi industri dari kemenperi; penghargaan inovator teknologi dari kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie bidang teknologi tahun 2009.

Sekarang giliran kita. Bisakah kita menjadi scientist dan researcher yang dengan gigih dan tanpa kenal lelah berkontribusi dalam membangun bangsa? Hanya diri masing-masing yang bisa mejawabnya.

Sumber :
http://www.jpnn.com/read/2011/12/30/112676/Warsito-P.-Taruno,-Ilmuwan-Pencipta-Alat-Pembasmi-Kanker-Payudara-dan-Otak-
http://arsipiptek.blogspot.com/2011/12/ecct-sudah-diuji-ke-semua-jenis-kanker.html
http://www.jpnn.com/read/2012/01/02/112895/Suwarni,-Survivor-Kanker-Payudara-yang-Sembuh-Total-berkat-Alat-Ciptaan-sang-Adik-
http://www.tech4imaging.com/electrical-capacitance-volume-tomography-system
http://politikana.com/baca/2012/01/13/indonesia-bisa-asal-poli-tikus-diam.html

24 thoughts on “Warsito, Sang Pembunuh Sel Kanker

  1. wah sangat bgus skali dengan datangnya alat yang di ciptakan oleh bpk warsito,,mka dr itu sy berminat dengan alat tesebut,oleh karna itu saya ingin minta tolong,,saya ingin tw alamat ruka pa warsito tsb,coz sy sdng mmbutuhkannya,,trims

    • Silakan datang ke
      CTECH LABS Edwar Technology
      Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang
      (Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon).

      Data yang diperlukan:
      1. Fotocopy KTP (Ybs Wali)
      2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
      3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
      4. Fotokopi hasil lab.

      Terima Kasih

      • datang saja ke alamat yang tertulis di komen sebelumnya. sangat dianjurkan agar pasien turut dibawa serta agar alat bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien. lamanya waktu tergantung dari jumlah pesanan yang sedang dikerjakan.

  2. Pingback: Serba-Serbi Kewajiban Jurnal Ilmiah « Free As Flying Dove

  3. Waktu itu pernah ketemu sama si Bapak di seminar UI – International Symposium on Chaos Theory. Waktu itu sih memang dari paparannya dalam bahasa Inggris alatnya -menurut hipotesisnya- bisa menyerang sel kanker.

    • betul, hipotesanya benar dan ampuh. Alatnya harus segera diproduksi massal. Kalau bisa dokter-dokter beralih ke alat ini sebagai pengganti kemoterapi yang sangat menyakitkan.

  4. bermanfaat banget info nya, bolehkah saya meminta alamat pak Warsito ? saya ingin mengetahui bisakah kanker di panggul di terapi dengan alat nya pak Warsito. makasih atas bantuan nya.

    • Alamat Pak Warsito sudah di tulis di komentar sebelumnya.

      CTECH LABS Edwar Technology
      Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang
      (Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon).

      Data yang diperlukan:
      1. Fotocopy KTP (Ybs Wali)
      2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
      3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
      4. Fotokopi hasil lab.

      Kanker bisa disembuhkan, tinggal alatnya saja dimodifikasi sesuai peletakannya. Langsung saja datangi kantornya. Jangan tunda2 sebab kanker terus tumbuh.

  5. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hay.. Saya pengguna rompi tsb.. alhamdulillah bersyukur pada Allah Swt. baru sebulan pemakaian, lemas saya berkurang dan lama kelamaan hilang, dan tidak begitu ada efek samping.., pertama menggunakan paling ada sedikit mual, tapi tdk sampai muntah dan sering berkeringat, namun lama kelamaan sdh biasa saja dan badan terasa lebih bugar

    saya menggunakan pada minggu pertama antara 8 s/d 10 jam kemudian sesuai petunjuk pemakaian saya gunakan 16-20 jam, alhamdulillah setelah cek sebulan progresnya turun, kemudian, dan saya berupaya menggunakan terus sampai benar2 O,O% hasil cek scan-nya di Edward technologi..

    Caranya membeli alat tsb gampang, krn.. sekarang dah banyak stoknya krn banyak permintaan, jadi mending langsung datang ke lab. Edward teknologi saja di Cikokol-Tanggerang, krn telp memang penuh.. l

    Lab.nya buka Senin s/d Jum’at, mulai jam 9.00 s/d 17.00 – dan sabtu 1/2 hari atw libur sy lupa, -minggu tutup.
    Untuk pasien Baru datang Senin s/d Kamis saja
    Untuk pasien lama / untuk kontrol (alat dan kemajuan kesembuhan ) setiap sebulan / 2 bln sekali – telp dulu u/ mendaftar di hari senin s/d sabtu.

    Pengurusannya pasien baru mudah asal kita dateng pagi2..untuk yg dari luar kota, jadi cepat dilayani dan insya Allah kalau ada ukurannya, sehari langsung selesai dan bawa alat-nya maklum antri..

    Disana melayani untuk kanker payudara berupa rompi, nesofaring/ hidung, kanker otak, kanker usus dan prostat harga bervariasi tergantung jenisnya

    Terakhir kesana pertengahan Oktober 2012 lalu, saat scan ada dokter-nya dan ada kemajuannya ( mengecil), dan juga saat konsultasi langsung dgn dr. Warsito-nya .. wah seneng juga lho ketemu beliau ( hehe..) dan di tanya ttg kemajuan-nya setelah memakai alat ini, krn saat datang pertama tdk ketemu beliau..

    dan dengar2 sdh ada dokter yg juga menggunakannya.. mudah2an banyak yang cocok agar cepat sembuh asal harus jaga makanan dan dibarengi dgn herbal

    yang penting coba dulu.. mudah2an terjadi perubahan

    Semoga info ini dapat membantu..agar lebih banyak lagi saudara2 kita yang sembuh.. aammiiin..

  6. david_dave permalink
    November 21, 2012 11:35 pm

    Tolong dicatat: Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

    Pak warsito yang terhormat,dengan ini saya minta bantuan bapak, untuk membantu ibu saya yang mengidap tumor otak, sebesar sepertiga otak kecil. dan tumor itu dekat dengan otak kecil shg ibu saya tdk dapat berjalan.dan melakukan aktifitas. dengan ini saya harap bantuan bapak untuk setidaknya merekomendasikan alat itu ke kami. karena sebelumya ibu saya diwajibkan untuk sesegera mungkin untuk operasi , tapi karena keterbatasan biaya dan resiko yang besar. saya harap bapak dengan sudi untuk menolong ibu saya dengan bantuan alat yang bapak telah ciptakan.
    tolong hub kembali saya di nomer ini ya pak,08123471116, 081913333637.
    sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    • maaf sebelumnya karena akhir-akhir ini saya sangat sibuk dan jarang melihat blog. mudah2an Bapak David bisa terbantu. langsung saja ke tempatnya di Edward teknologi saja di Cikokol-Tanggerang pak..

  7. Istri saya menurut pemeriksaan menderita kanker otak Isointense Lesion berukura 30.8 X 20,9 didaerah
    sella/supra. Apakah bisa menggunakan alat ini?. mohon infonya.

    • Sangat bisa sekali Pak, sebab alat ini dipasang di tempat tertentu dan sama sekali tidak mempengaruhi bagian non kanker. Mungkin yang belum ada informasi apakah alat ini bisa menyembuhkan kanker darah atau tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s